Menurut daya hantar listriknya larutan dapat dibedakan menjadi larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena adanya ion negatif dan positif yang dapat bergerak bebas.
Menurut kekuatan hantaran listriknya larutan elektrolit dapat digolongkan menjadi larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Kekuatan daya hantar listrik ini disebabkan oleh banyak sedikitnya jumlah ion yang ada pada larutan elektrolit. Jumlah ion dalam larutan elektrolit dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain:
- Nilai derajat ionisasi atau derajat disosiasi
- Konsentrasi larutan
- Jumlah ion yang terjadi pada reaksi ionisasi/disosiasi (rumus senyawa)
Senyawa yang dalam larutannya dapat menghantarkan arus listrik disebut senyawa elektrolit. Berdasarkan jenis ikatannya senyawa elektrolit ada dua macam yaitu senyawa kovalen polar dan senyawa ionik. Senyawa ionik dalam larutannya (pelarut air) merupakan elektrolit kuat dengan derajat disosiasi 1, dalam bentuk lelehannya senyawa ionik juga dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan dalam keadaan padat senyawa ionik tidak dapat mengahantarkan arus listrik karena ion-ion yang ada tidak dapat bergerak bebas. senyawa kovalen polar dapat menghantarkan listrik hanya dalam bentuk larutannya saja, dalam bentuk leburan dan padatan tidak dapat mengghantarkan arus listrik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar