Sesuai dengan Permen Diknas No 22 tahun 2006 tentang standar isi tujuan penyelenggaraan SMK adalah: meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. sebagai implementasi dari tujuan tersebut maka SMK mempunyai dua tugas pokok yaitu: menyiapkan siswa ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan menyiapkan siswa memasuli dunia kerja.
Untuk mencapai tujuan tersebut sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 22 tahun 2006 kurikulum SMK dibagi menjadi tiga komponen yang meliputi komponen pendidikan umum (normatif), komponen pendidikan dasar (adaptif) dan komponen pendidikan dan pelatihan kejuruan (produktif).
Komponen produktif berisi materi yang berkaitan dengan pembentukan kemampuan keahlian tertentu sesuai program keahlian masing-masing untuk bekal memasuki dunia kerja. Komponen normatif dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi warga negara yang baik, memiliki watak dan kepribadian sebagai warga negara Indonesia. Komponen adaptif dimaksudkan untuk memberi bekal penunjang bagi penguasaan keahlian profesi dan bekal kemampuan pengembangan diri untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. komponen ini juga berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu yang memiliki dasar pengetahuan yang luas dan kuat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungan sosial dan lingkungan kerja.
Sejalan dengan hal tersebut maka pembelajaran SMK mempunyai ciri khas yang jelas berbeda dengan pembelajaran pada sekolah-sekolah umum (SMA). Pembelajaran di SMK lebih ditekankan pada dimensi kerja dengan tetap tidak mengabaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembelajaran di SMK diarahkan pada salah satu penguasaan keterampilan kerja sesuai dengan keahlian yang dipilih oleh masing-masing siswa.
Pemberian materi pada komponen adaptif dengan salah satu tujuan adalah pemberian bekal penunjang bagi penguasaan keahlian profesi, maka sudah sewajarnyalah ada singkronisasi antara materi pembelajaran produktif dan materi pembelajaran adaptif.
Tenaga pengajar adaptif harus mengetahui kompetensi-kompetensi apa yang diperlukan pada materi produktif. Dengan demikian materi pembelajaran adaptif tidak terlepas dan berdiri sendiri dari materi-materi produktif.
Minggu, 05 Juni 2011
Rabu, 25 Mei 2011
larutan elektrolit
Pengetahuan tentang larutan elektrolit untuk siswa SMK teknik sangat penting untuk memahami adanya aspek listrik yang terjadi pada sel volta baik untuk sel kering maupun untuk sel basah.
Menurut daya hantar listriknya larutan dapat dibedakan menjadi larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena adanya ion negatif dan positif yang dapat bergerak bebas.
Menurut kekuatan hantaran listriknya larutan elektrolit dapat digolongkan menjadi larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Kekuatan daya hantar listrik ini disebabkan oleh banyak sedikitnya jumlah ion yang ada pada larutan elektrolit. Jumlah ion dalam larutan elektrolit dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain:
Menurut daya hantar listriknya larutan dapat dibedakan menjadi larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena adanya ion negatif dan positif yang dapat bergerak bebas.
Menurut kekuatan hantaran listriknya larutan elektrolit dapat digolongkan menjadi larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Kekuatan daya hantar listrik ini disebabkan oleh banyak sedikitnya jumlah ion yang ada pada larutan elektrolit. Jumlah ion dalam larutan elektrolit dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain:
- Nilai derajat ionisasi atau derajat disosiasi
- Konsentrasi larutan
- Jumlah ion yang terjadi pada reaksi ionisasi/disosiasi (rumus senyawa)
Senyawa yang dalam larutannya dapat menghantarkan arus listrik disebut senyawa elektrolit. Berdasarkan jenis ikatannya senyawa elektrolit ada dua macam yaitu senyawa kovalen polar dan senyawa ionik. Senyawa ionik dalam larutannya (pelarut air) merupakan elektrolit kuat dengan derajat disosiasi 1, dalam bentuk lelehannya senyawa ionik juga dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan dalam keadaan padat senyawa ionik tidak dapat mengahantarkan arus listrik karena ion-ion yang ada tidak dapat bergerak bebas. senyawa kovalen polar dapat menghantarkan listrik hanya dalam bentuk larutannya saja, dalam bentuk leburan dan padatan tidak dapat mengghantarkan arus listrik.
Langganan:
Postingan (Atom)